Artikel Terbaru Taekwondo Ogah Naturalisasi

Rabu, 22 Desember 2010 | pada 21.07

Persatuan Taekwondo Indonesia (PBTI) belum berniat untuk menaturalisasikan atlet Taekwondo menyusul pernyataan Menpora Andy Malarangeng yang menyebut bahwa cabang Taekwondo termasuk satu diantara dua cabang yang pernah berniat untuk menaturalisasi atlet keturunan. Namun menurut Yosep Hungan, manajer tim pelatnas PBTI, sampai saat ini pihaknya belum mengagendakan proses naturalisasi.

“Dulu memang sempat kami mendapat data seorang taekwondoin Malaysia. Tapi setelah saya cek reputasinya, ternyata tidak seperti yang diharapkan. Prestasinya justru masih di bawah atlet-atlet taekwondo pelatnas kita,” kata Yosep pada Pos Kota.

Skuad pelatnas taekwondo yang kini diperkuat 31 atlet menurutnya, sudah cukup baik guna menghadapi sejumlah kejuaraan internasional tahun 2011 mendatang.

KEMAMPUAN SEJAJAR

“Gagal mendapat emas di Asian Games Guangzhou kemarin bukan faktor teknik, tapi lebih ke soal persiapan saja. Soal kemampuan, atlet pelatnas kita sejajar dengan atlet-atlet luar lainnya. Itu dibuktikan dengan sejumlah prestasi di even open turnamen seperti Korea Open 2010 lalu yang sukses merebut emas serta kejuaraan taekwondo lainnya di luar negeri,” papar Yosep.

Namun jika nanti ditemukan ada atlet taekwondo luar berprestasi cemerlang yang kebetulan masih berdarah campuran Indonesia, pihak PB menurut Yosep mungkin akan mempertimbangkannya. “Tapi yang jelas, sampai saat ini kami tidak menemukan atlet seperti itu. Kami masih yakin pada skuad yang ada sekarang,” pungkas Yosep.

0 komentar:

Posting Komentar